Who's Behind

Bank Indonesia

Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Timur

Sejarah singkat KPw BI Provinsi Jawa Timur

 
Secara de jure KPw BI Provinsi Jawa Timur lahir bersamaan dengan diberlakukannya UU No.11 tahun 1953 tentang Undang-undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953. Secara historis keberadaan KPw BI Provinsi Jawa Timur dapat diruntut sejak jaman Hindia Belanda yaitu pada saat masih bernama De Javasche Bank Agentschap Soerabaja. Pada tahun 1928 Direksi De Javasche Bank membentuk “Komisi Surabaya” yang ditugaskan untuk mengkaji mengenai kemungkinan pendirian Kantor Cabang Surabaya dan pada tanggal 14 September 1829 De Javasche Bank Surabaya didirikan.

Selama beberapa tahun sejak dinasionalisasi, Bank Indonesia Surabaya masih menempati kantor De Javasche Bank di Jl.Garuda. Baru pada tahun KPw BI Provinsi Jawa Timur, menempati gedung baru di Jl.Pahlawan 105 Surabaya.

Wilayah kerja KPw BI Provinsi Jawa Timur

 
Wilayah kerja KPw BI Provinsi Jawa Timur secara langsung meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Kota Mojokerto dan Jombang. Selain itu, KPw BI Provinsi Jawa Timur juga menjadi koordinator untuk KPw Dalam Negeri yang ada di bawahnya yaitu KPw BI Malang, KPw BI Kediri dan KPw BI Jember.

Wilayah kerja KPw BI Malang meliputi Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo. KPw BI Kediri membawahi Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Blitar, Kota Blitar, Madiun, Kota Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Pacitan. Sementara KPw BI Jember membawahi Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Lumajang.


Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Airlangga

Sejarah singkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Unair

 
Bermula dari gagasan para mahasiswa Indonesia di Rotterdam Belanda antara lain Fadjar Notonagoro, Sumitro dan kawan-kawan yang ingin mendirikan perguruan tinggi ekonomi sekembalinya ke Indonesia. Pada saat itu belum ada satupun perguruan tinggi ekonomi di Indonesia, sehingga untuk belajar ilmu ekonomi harus ke luar negeri. Sekitar tahun 1952/1953 berdirilah suatu perguruan tinggi ekonomi di Surabaya dengan nama Perguruan Tinggi Ekonomi Krisnadwipayana yang didirikan oleh dr. Ong Eng Djie (beliau adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia).

Selang satu setengah tahun kemudian, karena beberapa hal perguruan tinggi tersebut harus membubarkan diri. Dengan cita-cita menuntut ilmu yang demikian besarnya, bekas mahasiswa PTE Krisnadwipayana menghadap gubernur Samadikoen memohon bantuan dilanjutkannya derap langkah Alma Mater mereka. Pada saat itu baru terdapat 100 orang ahli ekonomi, 15 orang diantaranya berada di Jawa Timur dari 84 juta jiwa penduduk di Indonesia. Jelas sangat kurang dikaitkan dengan persiapan pembangunan ekonomi. Karena latar belakang tersebut, atas anjuran Gubernur Samadikoen, dan dorongan para bekas mahasiswa Nederlandsche Economische Hogeschool Rotterdam (NEH Rotterdam), maka pada tanggal 1 Januari 1954 didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Surabaya.

Wilayah kerja KPw BI Provinsi Jawa Timur

 
Wilayah kerja KPw BI Provinsi Jawa Timur secara langsung meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Kota Mojokerto dan Jombang. Selain itu, KPw BI Provinsi Jawa Timur juga menjadi koordinator untuk KPw Dalam Negeri yang ada di bawahnya yaitu KPw BI Malang, KPw BI Kediri dan KPw BI Jember.

Wilayah kerja KPw BI Malang meliputi Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo. KPw BI Kediri membawahi Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Blitar, Kota Blitar, Madiun, Kota Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Pacitan. Sementara KPw BI Jember membawahi Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Lumajang.