Sejarah EJAVEC

East Java Economic (EJAVEC) Forum adalah suatu forum pembahasan perkembangan perekonomian Jawa Timur dalam bentuk presentasi paper atau karya tulis ilmiah tentang berbagai isu strategis yang terjadi di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang perkembangan ekonomi dan isu strategis yang terjadi di Jawa Timur, sekaligus menggali rekomendasi dan solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala yang ada di Jawa Timur.

EJAVEC Forum pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 dan bekerja sama dengan Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga sebagai pelaksana teknis kegiatan. Kegiatan ini ditujukan kepada akademisi dari berbagai disiplin ilmu di Indonesia dan pada penyelenggaraannya yang pertama diikuti oleh 22 tim dari perguruan tinggi di Jawa Timur.

Pada tahun 2015, cakupan peserta EJAVEC Forum diperluas menjadi seluruh akademisi dan perguruan tinggi di Indonesia, dengan tetap menjadikan Jawa Timur sebagai fokus penulisan karya ilmiah. Animo terhadap EJAVEC di tahun 2015 meningkat tercermin dari jumlah peserta yang mencapai 84 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di tahun 2016, jumlah peserta juga kembali meningkat menjadi 94 tim.

Selanjutnya, pelaksanaan EJAVEC Forum akan lebih ditingkatkan kualitasnya melalui penetapan sub tema karya tulis yang lebih spesifik sesuai dengan perkembangan perekonomian Jawa Timur.

Tujuan EJAVEC

East Java Economic (EJAVEC) Forum ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang perkembangan ekonomi dan isu strategis yang terjadi di Jawa Timur, sekaligus menggali rekomendasi dan solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala yang ada di Jawa Timur.

Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan minat menulis bagi berbagai kalangan baik akademisi, pelaku ekonomi, pengambil kebijakan maupun masyarakat umum. Dengan demikian, berbagai isu strategis di Jawa Timur serta usulan rekomendasinya dapat teridentifikasi dengan baik dan semua masyarakat memiliki sumbangsih dan konstribusi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif dan berkesinambungan.

Who’s Behind

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur

Sejarah singkat KPw BI Provinsi Jawa Timur

Secara de jure KPw BI Provinsi Jawa Timur lahir bersamaan dengan diberlakukannya UU No.11 tahun 1953 tentang Undang-undang Pokok Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953. Secara historis keberadaan KPw BI Provinsi Jawa Timur dapat diruntut sejak jaman Hindia Belanda yaitu pada saat masih bernama De Javasche Bank Agentschap Soerabaja. Pada tahun 1928 Direksi De Javasche Bank membentuk “Komisi Surabaya” yang ditugaskan untuk mengkaji mengenai kemungkinan pendirian Kantor Cabang Surabaya dan pada tanggal 14 September 1829 De Javasche Bank Surabaya didirikan.

Selama beberapa tahun sejak dinasionalisasi, Bank Indonesia Surabaya masih menempati kantor De Javasche Bank di Jl.Garuda. Baru pada tahun KPw BI Provinsi Jawa Timur, menempati gedung baru di Jl.Pahlawan 105 Surabaya.

Wilayah kerja KPw BI Provinsi Jawa Timur secara langsung meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madura, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Kota Mojokerto dan Jombang. Selain itu, KPw BI Provinsi Jawa Timur juga menjadi koordinator untuk KPw Dalam Negeri yang ada di bawahnya yaitu KPw BI Malang, KPw BI Kediri dan KPw BI Jember.

Wilayah kerja KPw BI Malang meliputi Malang, Kota Malang, Kota Batu, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Kota Probolinggo. KPw BI Kediri membawahi Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Blitar, Kota Blitar, Madiun, Kota Madiun, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Pacitan. Sementara KPw BI Jember membawahi Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Lumajang.

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search